Kamis, 10 September 2009

RUU

RUU atau kepanjangan dari Rancangan Undang Undang kini menjadi tren hangat di kalangan anggota dewan dan masyarakat umum. Dimulai dari RUU Ketenagalistrikan yang notabene menyangkut hajat hidup orang banyak dipersoalkan oleh sebagian besar karyawan PLN dikarenakan ketidakberpihakan RUU tersebut terhadap rakyat dan karyawan PLN itu sendiri. Wacana privatisasi listrik dan kenaikan Tarif Dasar Listrik (TDL) sebagai dampak RUU tersebut diyakini akan menyebabkan rakyat semakin menderita di masa depan. Sedangkan bagi karyawan PLN wacana perubahan PLN dari BUMN menjadi SUMD menyebabkan masa depan mereka punk ikuta-ikutan menjadi tidak jelas.
Kedua RUU perfilman, RUU ini (sepengetahuan penulis) akan lebih berpihak kepada kemajuan film nasional. Akan tetapi pembatasan terhadap jumlah film asing yang masuk dianggap sebagian pekerja film akan menghambat kreativitas film nasional itu sendiri di masa yang akan datang. Dikarenakan film nasional yang ada sekarang pun kualitasnya masih jauh dibanding film-film asing. Ketakutan akan kembali sepinya dunia layar lebar (baca : bioskop) akan terulang lagi di kemudian hari membuat insan film akan melakukan aksi diam terhadap RUU ini.
Opini penulis : toh kedua RUU ini masih bersifat rancangan, sudah sepatutnya lah pihak-pihak yang berkompeten dalam dua hal tersebut memperjuangkan opini mereka yang mengarah ke perubahan yang lebih baik di masa depan di depan wakil-wakil rakyat. Agar ada pertimbangan khusus sebelum RUU tersebut sah menjadi UU. Buka mata lebih lebar wahai wakil rakyat, dengarkanlah aspirasi mereka-mereka yang berkompeten itu! Dan bagi pihak-pihak yang berkompeten, tunjukkanlah bukti nyata bahwa Indonesia bisa lebih baik apabila bermusyawarah untuk mufakat kembali digalakkan.

Kamis, 03 September 2009

Menghargai Perbedaan Pendapat

Suatu kejadian perbedaan pendapat dengan rekan kerja yang terjadi pada saat bekerja telah membuat saya sedikit berfikir untuk dapat berintropeksi diri dari kesalahan, keakuan dan sedikit ego diri.

Terkadang kita sebagai manusia merasa kita yang paling benar, dan kita mungkin pernah meremehkan pendapat, atau saran dari orang, terutama dari orang yang kita anggap lebih rendah status sosialnya, Atau seorang yang baru kita kenal. Kerap ketika kita menjadi seorang pemimpin sering muncul keangkuhan pribadi dalam menerima pendapat dan kritik, dan kita meremehkan anak buahnya,
padahal sesorang disebut pemimpin jika dia memiliki anak buah. Sering juga kita mengabaikan hati nurani, dalam pengambilan keputusan, sebenarnya perbedaan pendapat adalah suatu anugrah yang patut disukuri, karena dengan perbedaan pendapat kita bisa memiliki banyak pilihan keputusan, atau alternative penyelesaian masalah.

Sering kita sakit hati ketika ide atau gagasan kita tidak diterima oleh sahabat, rekan kerja, rekan bisnis, keluarga, dan suatu hubungan interaksi social lainnya. Coba kita berfikir positif jika pendapat kita belum dipakai, mungkin pendapat orang lain lebih tepat untuk meyelesaikan permasalahan. Dengan kita bisa menerima pendapat atau pandangan orang lain, dan tidak maksakan kehendak, adalah cermin dari kedewasaan, kebijaksanaan dari seseorang, seorang yang sudah berpribadi matang, cenderung akan menghargai pendapat orang lain, dan orang yang belum dewasa akan cenderung memaksakan keakuaanya.

Saat persaingan dunia kerja, atau sebagai penunjukan keeksistensian seseorang, terkadang sesorang dengan tak mau mengalah ingin pendapatnya dihargai, dan diakui sebagai ide miliknya.Sering saya lihat karena perbedaan pendapat orang berkelahi fisik, atau saling mendendam dan berniat untuk
saling menjatuhkan. Hal tersbut kurang lah bermanfaat, yang terjadi adalah suatu kerusakan, dan sikap saling memusuhi. Seperti sifat asli bangsa Indonesia yang suka bermusyawarah untuk mufakat
yang saat ini sudah jauh ditinggalkan, dengan banyaknya pendapat berbeda juga bisa menginspirasi munculnya ide baru hasil penggabungan fisi beberapa orang yang ada.

Jadi kenapa tidak kita bergabung bersama untuk mendapat ide yang lebih baik, atau menghargai ide orang lain saat ide kita tidak diterima. Tetapi kita juga janganlah congkak ketika ide kita diterima. Mari kita saling menghargai perbedaan pendapat diantara kita. Karena manusia terdiri dari banyak pemikiran. Dan mari kita buat perbedaan menjadi hal yang menyatukan.

" Bersifat lapang dada saat ide kita tidak diterima adalah sebuah proses kematangan diri "
" Menghargai perbedaan pendapat adalah sangat bijaksana"

(Semoga bermanfaat)

Jumat, 03 Juli 2009

Cepat itu baik???

Calon presiden dari partai Golkar-Hanura Muhammad Jusuf Kalla menepis anggapan bahwa slogan kampanye lebih cepat lebih baik akan membawa bangsa ini ke arah kehancuran.” Lebih cepat bukan berarti lebih berbahaya” ujar JK dalam beberapa kampanye dialogisnya. JK juga berbicara tentang sistem perkereta apian Indonesia yang dia kaitkan dengan slogan lebih cepat lebih baik. Menurut JK, Jepang sebagai Negara maju telah lama menggunakan sistem kereta api dengan kecepatan tinggi namun disana tingkat kecelakaan sangat rendah. Berbeda ketika kita bicara soal kereta api Indonesia, lambat dan selalu membawa bahaya. Lebilh lanjut JK mengatakan ditengah semakin banyak nya persoalan maka dibutuhkan sosok pemimpin yang cepat dan tepat dalam mengambil keputusan. Dengan gayanya yang santai dan terlihat apa adanya JK Mampu memukau 2000 peserta dialog yang terdiri atas ulama, akademisi, petani dan nelayan serta mahasiswa.

Saya pribadi berpendapat, bukankah yang lambat itu identik dengan hasil yang baik? ya memang tidak sempurna, tapi paling tidak kan mendekati dibandingkan sesuatu yang dilakukan secara cepat-cepat yang belum tentu berarti tepat.

*Tulisan ini dibuat bukan untuk promosi/kampanye Capres diatas, cuma setilik opini pribadi akan slogan tersebut saja

Kamis, 18 Desember 2008

Dollar oh Dollar

Setelah membaca berita online pagi ini ternyata Dollar sudah menembus dibawah 11000 rupiah. Kita tentu saja berharap tren positif ini terus berlanjut ke depannya. Bagaikan buah si malakama, di satu sisi dollar melemah tentu saja membawa dampak positif untuk sebagian masyarakat Indonesia, harga-harga barang yang bersangkutan dengan dollar akan lebih enak dipandang mata apabila telah dikonversi. Tapi sebagian lagi berpendapat atau berkehendak nilai tukar dollar tetap seperti sekarang ini, yang sedikit tinggi. Yaitu mereka yang berbisnis di dunia maya, yang sebagian besar pendapatannya berupa dollar. Tidak usah saya sebut sebagian besar anda-anda sekalian pasti tahu program semacam adsense, ptc dll tsb.

Buat diri saya pribadi tentu saja ingin nilai tukar rupiah semakin menguat, karena dalam waktu dekat kebutuhan akan barang elektronik (komputer khususnya) agak sedikit mendesak. Sambil menunggu-nunggu dollar semakin melemah aktifitas saat ini adalah searching dan browsing barang-barang idaman itu bisa didapat.

Sabtu, 13 Desember 2008

Siap Geser IE, Chrome 'Cabut' dari Beta

Setelah melakukan beberapa uji coba melalui versi beta, akhirnya Google resmi merilis Google Chrome secara penuh.

Salah satu layanan web terkemuka Google siap menggeser posisi Internet Explorer (IE), dengan mengelurkan web browser itu. Keyakinan penuh Google ini didasarkan antusias pengguna dalam mengunduh Chrome selama versi beta.

Sebenarnya keputusan 'cabut' dari beta ini selangkah lebih awal. Pasalnya Google, sebelumnya akan mengeluarkan versi Chrome secara penuh pada bulan Januari 2009 mendatang.

"Kami menjamin, bahwa Chrome akan jauh lebih mudah penggunaanya dalam mengeksplorasinya," tukas Anders Sandholm, Manajer Produk Google, seperti yang dilansir Times, Jumat (12/12/2008).

Optimisme Google makin membumbung, setelah sebuah tes membuktikan bahwa Chrome telah digunakan oleh sepuluh juta pengguna aktif. Selain itu, beberapa perusahaan juga diklaim yang berhasil meng-update Chrome mengatakan aplikasi ini telah meningkatkan kecepatan sebesar 50 persen.

Tantangan terberat tentu sedang menanti aplikasi yang sudah diluncurkan sejak September lalu. Pasalnya, Internet Explorer masih menjadi favorit dengan menguasai 71 persen pangsa pasar di seluruh dunia, sedangkan Mozilla Firefox hampir 20 persennya.

"Kami siap dengan tantangan itu semua. Sebab, Chrome juga kompatibel dengan Apple dan Linux pada pertengahan tahun 2009," ujar Sandholm optimis.